/page/2
contoh perhitungan kalori food recall 24hrs.

contoh perhitungan kalori food recall 24hrs.

Naksir buku ini sejak pertama lihat. Ternyata setelah dibaca, langsung jatuh cinta dengan gaya penuturannya. :)

Naksir buku ini sejak pertama lihat. Ternyata setelah dibaca, langsung jatuh cinta dengan gaya penuturannya. :)

My name is

Nama depan saya Mutiara. Lebih sering dipanggil Muti, baik itu dengan embel-embel Mbak (di rumah), Teteh (di kampus), atau Kakak (kalo balik ke Medan). Sekarang ditambah dengan modifikasi panggilan baru seperti Temut, Temu, Myu, Myut, Mumut, dll yang masih bisa bikin saya nengok kalo dipanggil.

Nah, lucunya ketika saya bertemu teman2 lama, biasanya mereka manggil Mutia. Urutan kejadiannya: saya nggak ngeh - saya nggak noleh/nengok - saya dicap sombong. Hiks. Saya sendiri nggak terlalu familiar dengan nama ini, meskipun diambil dari penggalan nama depan saya tersebut. Entahlah. 

Nama adalah doa. Nama yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya merupakan doa/harapan untuk kebaikan anaknya kelak. Saat saya tanya alasan ayah milih nama Mutiara untuk anaknya ini, beliau hanya menjawab, kamu harus bisa menjadi seperti mutiara yang berharga dan bersinar bagi orang-orang sekitarmu (*sambil keliling bawa lampu petromak). Pernah juga merasa kalo nama agak nggak matching dengan kelakuan yang suka pecicilan. Kadang diprotes adik, “Mbak harusnya feminim. Diem dikit. Gak bedigasan. Kalem.” Err… Sampe sini mikir. Semoga saya bisa mewujudkan harapan ayah + mama kelak. Aamiin. 

*catatan sikil: apakah ada efek samping pemberian nama Mutiara itu menghasilkan orang2 berwatak keras seperti halnya mutiara asli yang memiliki konsistensi sangat keras karena kandungan mineralnya?

Adios.

getting closer to quarter decade = getting galau?

Holaaa! Lama ga nulis. *angger. :p
Tahun ini tepatnya pada bulan *piip, saya akan genap ganjil berumur 25 tahun (kalo Allah masih ngasih saya umur sampai hari itu). Ya, seperti lazimnya pada orang-orang dewasa muda, pikirannya nggak jauh-jauh dari mulai meniti karier, melanjutkan pendidikan, dan topik yang paling hot adalah ehm, menikah. Dapat disimpulkan bahwa poin-poin ini yang berpotensi menggalaukan orang. Mari kita bahas satu per satu.

  1. Meniti karier bagi orang-orang yang sejenis dengan saya, maksudnya bagi mahasiswa yang saat ini masih bertitel S.Ked, bisa terhitung mulai magang atau internship. Lupakan besaran honor yang akan diterima. Jangan terlalu berharap banyak dari sana. Hal penting yang harus dipikirkan adalah lokasi penempatan dan masih banyak hal lain yang sebenarnya malas saya tulis. 
  2. Melanjutkan pendidikan. Opsi ini mungkin terpikir oleh beberapa teman saya yang saat ini sedang meniti karier dan tergerak untuk meng-upgrade ilmunya. Sementara status saya saat ini masih sebagai pelajar. Yah, begitulah manusia yang nggak pernah ada puasnya. Orang sekolah bilang pengen kerja. Eh, giliran udah kerja malah kangen masa sekolah.
  3. Menikah. Termasuk jajaran trending topics. Sebagai manusia normal, pasti pengen menikah dong. Menikah itu menyempurnakan agama. Di saat semakin banyaknya undangan pernikahan yang bertebaran setiap pekan di Facebook, saking seringnya menghadiri resepsi pernikahan, ya sedikit-sedikit pasti bikin mupeng juga kan?! Tuh kan galaunya mulai. :p Yang namanya jodoh itu misteri. Penuh tanda tanya. Atau seperti jokes yang pernah didengar. Jodoh itu di tangan Tuhan, tapi kalo nggak pernah ada usaha untuk ngambilnya, dia bakal ada di tangan Tuhan terus. Ah, saya lagi nggak mau banyak cerita tentang poin ini.

Demikian poin-poin penting yang telah saya uraikan. Mohon maaf kalo garing. Maklum jarang turun hujan. Tugas negara sudah memanggil-manggil. 

Adios.

R-e-l-a-t-i-o-n

Sometimes, relationship is a relative blunder.

sepenggal kisah hidup

Hola.

Ini tulisan pertama yang saya buat di bulan Juni.

Saya sendiri nggak tau hasrat untuk menulis ini tinggi saat mendekati ujian.

Tiba2 saya ingin membuat tulisan yang erat kaitannya dengan kejadian yang baru saja saya alami.

Hanya ada satu hal yang pasti dalam hidup ini yaitu kematian.

Entah kapan dia datang, tapi kita wajib untuk memperbaiki diri setiap saat hingga pada waktunya kita dijemput berada dalam keadaan khusnul khotimah.

Kenyataan yang ada bahwa setiap hembusan nafas yang dikeluarkan ini semakin mendekatkan diri kepada kematian. 

Selama ini saya tidak menyadari hal ini.

Mungkin saya baru mengingatnya saat jaga malam di ruang resusitasi atau Instalasi Gawat Darurat saja.

Berat begitu menyampaikan berita duka kepada keluarga pasien.

Ikut merasakan kesedihan yang mendalam akibat kehilangan ini.

Pernahkan terlintas di benak saya, 

Apakah bekal yang saya bawa sudah cukup saat saya dipanggil kembali menghadap-Nya?

Apakah selama hidup di dunia saya sudah memberikan kontribusi yang berarti bagi keluarga, lingkungan, negara, dan agama saya?

Saat saya meninggal dunia kelak apakah banyak orang yang menangisi kepergian saya? 

Ikhlas dengan kepergian saya?

Kadang manusia terlalu angkuh dengan segala pemikirannya tanpa sadar bahwa masih ada Zat yang Maha Kuasa.

Ya, manusia hanyalah aktor dan Dia merupakan sutradara dengan skenario yang sebaik-baiknya.

Sekarang, maukah berbaik sangka dengan seluruh skenario-Nya?

*

Bukan bermaksud ingin pamer atau mengharap belas kasihan.

Well, saya baru saja terhindar dari kematian sebagai korban KLL.

It feels like watching a real “Final Destination” movie in front of my eyes.

Oh, that’s so real!!!

catatan kecil di medio Juli 2011 M/ Sya’ban 1432 H

Alone

Holaaa!!!

Saya sendiri ga inget persis kapan terakhir kali saya nulis disini. Well. No problemo. 

Akhir-akhir ini saya akui, saya terlalu melibatkan dan mencurahkan seluruh emosi saya ke dalam sesuatu hal yang menurut saya merupakan hal yang baru. Bahkan saya sendiri juga bertanya-tanya, “Hei, kemana Muti yang dulu? Aku nggak kenal diri aku sendiri.” Sempat terlintas di benak saya bahwa kadang kala saya membutuhkan kesendirian untuk bisa berpikir objektif dan rasional. Kenyataannya, saya sulit mencapai kondisi sendiri. Saat saya berpikir keras ingin mendapatkan kondisi tersebut, alhamdulillah, Dia mengabulkannya. Saya sendiri, tanpa determinasi siapapun. Saya hanya bisa berusaha dan menunggu apa jawaban yang Dia berikan. InsyaAllah saya berusaha untuk ikhlas, apapun hasil yang diberikan oleh-Nya. 

NB: untuk kamu yang berada nun jauh disana -> sama-sama memperjuangkan hal ini untuk Yang Di Atas ya.


adios! hasta luego!

saya rasa sempat terjebak berada dalam kondisi yang sebenarnya sangat tidak diinginkan, tapi sayangnya saya harus melewatinya. saya merasa kurang nyaman dengan rok panjang. bye bye long skirt!

twin sister?

Rasanya baru kali ini ketemu dengan orang lain yang pernah memiliki riwayat masa lalu sama, terpapar lingkungan yang hampir mirip, termasuk menghadapi tipikal orang yang hampir sama. It feels like you meet your twin sister

Life without comics? Noooooo…..

Pernahkah kalian membeli komik? Mungkin nggak semua ya. Saya ganti pertanyaan. Pernahkah kalian membaca komik? Sebagian besar pasti menjawab pernah. Ya, komik memang sangat menghibur, atraktif, dan selalu menarik untuk disimak kelanjutannya.

Saya pernah mengalami masa komik = candu. Bukan berarti saya pemadat. Saya mengalami masa fanatisme dengan judul komik tertentu. Dengan kata lain saya pernah mengoleksi komik. Bermula dari komik pinjaman dari taman bacaan sewaktu kelas 2 SMP, saya rajin mengikuti serial komik SHOOT! yang bergenre komik sepakbola dengan cara menyisihkan uang jajan setiap bulan demi 1 edisi komik.

Saya mengoleksi SHOOT! edisi In Memory, Kubo Yoshiharu, Hot Challenge, Legend of A New Age, bahkan komik tua SHOOT! pun masih diburu. Entah kenapa ada passion tersendiri ketika membaca komik. Untuk sejenak, saya bisa merasa ‘berada di alam lain’. Kembali ke dunia anak-anak yang masih tidak banyak terbebani. Merasa ikut bahagia dengan suka cita yang dirasakan oleh tokoh dalam komik. Selesai baca komik? Tamat sudah nostalgia. Saatnya kembali ke dunia nyata dengan segala rutinitasnya.

Kembali ke koleksi komik. Setelah serial SHOOT! tamat pada tahun 2003, saya nyaris tidak membeli komik lagi karena tidak ada komik yang menurut saya menarik (murni subjektif, meskipun menurut teman2 saya ada beberapa judul yang oke untuk dikoleksi seperti Fantasista yang masih satu genre dengan SHOOT!), kecuali buku saku Paman Gober. Sekarang saya malah punya ‘koleksi’ baru yaitu Monika dan kawan-kawan. Bukan judul yang asing. Monika sudah terbit lebih dulu di Indonesia dibandingkan dengan SHOOT!. Tapiiiii, Monika itu murni komik anak-anak SD. Is it a problem? Salahkah bila saya mengoleksi Monika?

Saya nggak bisa membayangkan bila suatu hari nggak ada komik di dunia ini. Pasti sangat membosankan tidak ada buku yang bergambar banyak dan bertulisan sedikit. Sesuatu yang tidak membutuhkan pemikiran panjang untuk mencernanya. Sesuatu yang tidak perlu pemahaman yang menyeluruh untuk memaknai isinya. Sesuatu yang mungkin tidak akan ditanyakan di ujian manapun, kecuali soal kuis iseng. Sesuatu yang sangat ringan dan dapat membuat pikiran rileks untuk sejenak. Sesuatu yang dapat menghibur dan membuat tertawa di tengah suntuknya mengerjakan rutinitas.

Komik MonikaSHOOT!

Akhir kata: I love comics!

Adios!

NB:

Mungkin saya akan berburu komik Monika loakan, mengingat harga komik Elex mulai bulan Agustus 2010 naik menjadi Rp 16.500,-. :p

contoh perhitungan kalori food recall 24hrs.

contoh perhitungan kalori food recall 24hrs.

Naksir buku ini sejak pertama lihat. Ternyata setelah dibaca, langsung jatuh cinta dengan gaya penuturannya. :)

Naksir buku ini sejak pertama lihat. Ternyata setelah dibaca, langsung jatuh cinta dengan gaya penuturannya. :)

My name is

Nama depan saya Mutiara. Lebih sering dipanggil Muti, baik itu dengan embel-embel Mbak (di rumah), Teteh (di kampus), atau Kakak (kalo balik ke Medan). Sekarang ditambah dengan modifikasi panggilan baru seperti Temut, Temu, Myu, Myut, Mumut, dll yang masih bisa bikin saya nengok kalo dipanggil.

Nah, lucunya ketika saya bertemu teman2 lama, biasanya mereka manggil Mutia. Urutan kejadiannya: saya nggak ngeh - saya nggak noleh/nengok - saya dicap sombong. Hiks. Saya sendiri nggak terlalu familiar dengan nama ini, meskipun diambil dari penggalan nama depan saya tersebut. Entahlah. 

Nama adalah doa. Nama yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya merupakan doa/harapan untuk kebaikan anaknya kelak. Saat saya tanya alasan ayah milih nama Mutiara untuk anaknya ini, beliau hanya menjawab, kamu harus bisa menjadi seperti mutiara yang berharga dan bersinar bagi orang-orang sekitarmu (*sambil keliling bawa lampu petromak). Pernah juga merasa kalo nama agak nggak matching dengan kelakuan yang suka pecicilan. Kadang diprotes adik, “Mbak harusnya feminim. Diem dikit. Gak bedigasan. Kalem.” Err… Sampe sini mikir. Semoga saya bisa mewujudkan harapan ayah + mama kelak. Aamiin. 

*catatan sikil: apakah ada efek samping pemberian nama Mutiara itu menghasilkan orang2 berwatak keras seperti halnya mutiara asli yang memiliki konsistensi sangat keras karena kandungan mineralnya?

Adios.

getting closer to quarter decade = getting galau?

Holaaa! Lama ga nulis. *angger. :p
Tahun ini tepatnya pada bulan *piip, saya akan genap ganjil berumur 25 tahun (kalo Allah masih ngasih saya umur sampai hari itu). Ya, seperti lazimnya pada orang-orang dewasa muda, pikirannya nggak jauh-jauh dari mulai meniti karier, melanjutkan pendidikan, dan topik yang paling hot adalah ehm, menikah. Dapat disimpulkan bahwa poin-poin ini yang berpotensi menggalaukan orang. Mari kita bahas satu per satu.

  1. Meniti karier bagi orang-orang yang sejenis dengan saya, maksudnya bagi mahasiswa yang saat ini masih bertitel S.Ked, bisa terhitung mulai magang atau internship. Lupakan besaran honor yang akan diterima. Jangan terlalu berharap banyak dari sana. Hal penting yang harus dipikirkan adalah lokasi penempatan dan masih banyak hal lain yang sebenarnya malas saya tulis. 
  2. Melanjutkan pendidikan. Opsi ini mungkin terpikir oleh beberapa teman saya yang saat ini sedang meniti karier dan tergerak untuk meng-upgrade ilmunya. Sementara status saya saat ini masih sebagai pelajar. Yah, begitulah manusia yang nggak pernah ada puasnya. Orang sekolah bilang pengen kerja. Eh, giliran udah kerja malah kangen masa sekolah.
  3. Menikah. Termasuk jajaran trending topics. Sebagai manusia normal, pasti pengen menikah dong. Menikah itu menyempurnakan agama. Di saat semakin banyaknya undangan pernikahan yang bertebaran setiap pekan di Facebook, saking seringnya menghadiri resepsi pernikahan, ya sedikit-sedikit pasti bikin mupeng juga kan?! Tuh kan galaunya mulai. :p Yang namanya jodoh itu misteri. Penuh tanda tanya. Atau seperti jokes yang pernah didengar. Jodoh itu di tangan Tuhan, tapi kalo nggak pernah ada usaha untuk ngambilnya, dia bakal ada di tangan Tuhan terus. Ah, saya lagi nggak mau banyak cerita tentang poin ini.

Demikian poin-poin penting yang telah saya uraikan. Mohon maaf kalo garing. Maklum jarang turun hujan. Tugas negara sudah memanggil-manggil. 

Adios.

R-e-l-a-t-i-o-n

Sometimes, relationship is a relative blunder.

sepenggal kisah hidup

Hola.

Ini tulisan pertama yang saya buat di bulan Juni.

Saya sendiri nggak tau hasrat untuk menulis ini tinggi saat mendekati ujian.

Tiba2 saya ingin membuat tulisan yang erat kaitannya dengan kejadian yang baru saja saya alami.

Hanya ada satu hal yang pasti dalam hidup ini yaitu kematian.

Entah kapan dia datang, tapi kita wajib untuk memperbaiki diri setiap saat hingga pada waktunya kita dijemput berada dalam keadaan khusnul khotimah.

Kenyataan yang ada bahwa setiap hembusan nafas yang dikeluarkan ini semakin mendekatkan diri kepada kematian. 

Selama ini saya tidak menyadari hal ini.

Mungkin saya baru mengingatnya saat jaga malam di ruang resusitasi atau Instalasi Gawat Darurat saja.

Berat begitu menyampaikan berita duka kepada keluarga pasien.

Ikut merasakan kesedihan yang mendalam akibat kehilangan ini.

Pernahkan terlintas di benak saya, 

Apakah bekal yang saya bawa sudah cukup saat saya dipanggil kembali menghadap-Nya?

Apakah selama hidup di dunia saya sudah memberikan kontribusi yang berarti bagi keluarga, lingkungan, negara, dan agama saya?

Saat saya meninggal dunia kelak apakah banyak orang yang menangisi kepergian saya? 

Ikhlas dengan kepergian saya?

Kadang manusia terlalu angkuh dengan segala pemikirannya tanpa sadar bahwa masih ada Zat yang Maha Kuasa.

Ya, manusia hanyalah aktor dan Dia merupakan sutradara dengan skenario yang sebaik-baiknya.

Sekarang, maukah berbaik sangka dengan seluruh skenario-Nya?

*

Bukan bermaksud ingin pamer atau mengharap belas kasihan.

Well, saya baru saja terhindar dari kematian sebagai korban KLL.

It feels like watching a real “Final Destination” movie in front of my eyes.

Oh, that’s so real!!!

catatan kecil di medio Juli 2011 M/ Sya’ban 1432 H

Alone

Holaaa!!!

Saya sendiri ga inget persis kapan terakhir kali saya nulis disini. Well. No problemo. 

Akhir-akhir ini saya akui, saya terlalu melibatkan dan mencurahkan seluruh emosi saya ke dalam sesuatu hal yang menurut saya merupakan hal yang baru. Bahkan saya sendiri juga bertanya-tanya, “Hei, kemana Muti yang dulu? Aku nggak kenal diri aku sendiri.” Sempat terlintas di benak saya bahwa kadang kala saya membutuhkan kesendirian untuk bisa berpikir objektif dan rasional. Kenyataannya, saya sulit mencapai kondisi sendiri. Saat saya berpikir keras ingin mendapatkan kondisi tersebut, alhamdulillah, Dia mengabulkannya. Saya sendiri, tanpa determinasi siapapun. Saya hanya bisa berusaha dan menunggu apa jawaban yang Dia berikan. InsyaAllah saya berusaha untuk ikhlas, apapun hasil yang diberikan oleh-Nya. 

NB: untuk kamu yang berada nun jauh disana -> sama-sama memperjuangkan hal ini untuk Yang Di Atas ya.


adios! hasta luego!

saya rasa sempat terjebak berada dalam kondisi yang sebenarnya sangat tidak diinginkan, tapi sayangnya saya harus melewatinya. saya merasa kurang nyaman dengan rok panjang. bye bye long skirt!

twin sister?

Rasanya baru kali ini ketemu dengan orang lain yang pernah memiliki riwayat masa lalu sama, terpapar lingkungan yang hampir mirip, termasuk menghadapi tipikal orang yang hampir sama. It feels like you meet your twin sister

Life without comics? Noooooo…..

Pernahkah kalian membeli komik? Mungkin nggak semua ya. Saya ganti pertanyaan. Pernahkah kalian membaca komik? Sebagian besar pasti menjawab pernah. Ya, komik memang sangat menghibur, atraktif, dan selalu menarik untuk disimak kelanjutannya.

Saya pernah mengalami masa komik = candu. Bukan berarti saya pemadat. Saya mengalami masa fanatisme dengan judul komik tertentu. Dengan kata lain saya pernah mengoleksi komik. Bermula dari komik pinjaman dari taman bacaan sewaktu kelas 2 SMP, saya rajin mengikuti serial komik SHOOT! yang bergenre komik sepakbola dengan cara menyisihkan uang jajan setiap bulan demi 1 edisi komik.

Saya mengoleksi SHOOT! edisi In Memory, Kubo Yoshiharu, Hot Challenge, Legend of A New Age, bahkan komik tua SHOOT! pun masih diburu. Entah kenapa ada passion tersendiri ketika membaca komik. Untuk sejenak, saya bisa merasa ‘berada di alam lain’. Kembali ke dunia anak-anak yang masih tidak banyak terbebani. Merasa ikut bahagia dengan suka cita yang dirasakan oleh tokoh dalam komik. Selesai baca komik? Tamat sudah nostalgia. Saatnya kembali ke dunia nyata dengan segala rutinitasnya.

Kembali ke koleksi komik. Setelah serial SHOOT! tamat pada tahun 2003, saya nyaris tidak membeli komik lagi karena tidak ada komik yang menurut saya menarik (murni subjektif, meskipun menurut teman2 saya ada beberapa judul yang oke untuk dikoleksi seperti Fantasista yang masih satu genre dengan SHOOT!), kecuali buku saku Paman Gober. Sekarang saya malah punya ‘koleksi’ baru yaitu Monika dan kawan-kawan. Bukan judul yang asing. Monika sudah terbit lebih dulu di Indonesia dibandingkan dengan SHOOT!. Tapiiiii, Monika itu murni komik anak-anak SD. Is it a problem? Salahkah bila saya mengoleksi Monika?

Saya nggak bisa membayangkan bila suatu hari nggak ada komik di dunia ini. Pasti sangat membosankan tidak ada buku yang bergambar banyak dan bertulisan sedikit. Sesuatu yang tidak membutuhkan pemikiran panjang untuk mencernanya. Sesuatu yang tidak perlu pemahaman yang menyeluruh untuk memaknai isinya. Sesuatu yang mungkin tidak akan ditanyakan di ujian manapun, kecuali soal kuis iseng. Sesuatu yang sangat ringan dan dapat membuat pikiran rileks untuk sejenak. Sesuatu yang dapat menghibur dan membuat tertawa di tengah suntuknya mengerjakan rutinitas.

Komik MonikaSHOOT!

Akhir kata: I love comics!

Adios!

NB:

Mungkin saya akan berburu komik Monika loakan, mengingat harga komik Elex mulai bulan Agustus 2010 naik menjadi Rp 16.500,-. :p

My name is
getting closer to quarter decade = getting galau?
R-e-l-a-t-i-o-n
sepenggal kisah hidup
Alone
adios! hasta luego!
twin sister?
Life without comics? Noooooo…..

About:

Plurk.com

Following: